Sayap yang Tak Pernah Patah

November 17th, 2007 by joksar

Mari kita bicara tentang orang-orang yang patah hati. Atau
kasihnya tak sampai, atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang
patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal
Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka "majnun",
lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang
kandas ditempa takdir, atau layu tak berbalas.

Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia
tidak merah jambu disana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di
tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung

O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap

Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati.

Mari kita ikut berbelasungkawa untuk mereka. Mereka
orang-orang baik yang perlu dikasihani. Atau, jika mereka adalah kamu sendiri,
maka terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu
sendiri.

Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah.
Kasih selalu sampai disana, "Apabila ada cinta dihati yang satu, pastilah ada
cinta di hati yang lain", kata Rumi, "sebab tangan yang satu tak

kan

bisa bertepuk tanpa tangan yang lain". Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang
seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain.

Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta
yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati
yang paling hakiki: Selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya
membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu posisi kita
sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah
atau melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya. Sebab disini kita justru
sedang melakukan sebuah "pekerjaan jiwa" yang besar dan agung: mencintai.

Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak,
yang sesungguhnya terjadi hanyalah "kesempatan memberi" yang lewat. Hanya itu.
Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita memiliki cinta,
memiliki sesuatu yang dapat kita berikan, Maka persoalan penolakan atau
ketidaksampaian, jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu.

Para

pecinta sejati selamanya hanya bertanya: "Apakah yang akan kuberikan?" Tentang
kepada "Siapa" sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.

Jadi tidak hanya patah atau hancur karena lemah. Kita
lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini: kita mencintai seseorang,
lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya!
Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi sumber
kesengsaraan. Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita
menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain
mencintai kita.

"Penulis: Anis Matta, Lc."

Menikah Tidak Harus Dengan Cinta

November 9th, 2007 by joksar

Apakah definisi cinta itu?

Sebenarnya sulit untuk mendefinisikan cinta secara tepat. Bentuk perkataan cinta dalam bahasa Arab adalah al-hubb. Menurut Imam al-Ghazali, cinta adalah kecondongan jiwa pada sesuatu karena keberadaannya sebagai sesuatu yang enak/lezat. 

Kapan datangnya cinta?

Cinta bisa muncul dari pandangan pertama atau karena biasa. Cinta pada pandangan pertama biasanya karena daya tarik tertentu yang istimewa, misalnya senyuman tulus, akhlak santun, dsb. Namun jika pandangan pertama tersebut pada fisik (tubuh), maka hal tersebut lebih karena dorongan seksual (nafsu). Cinta karena biasa dapat terjadi akibat seringnya interaksi dua lawan jenis. Dengan interaksi yang sering, seseorang akan menemukan karakter asli yang disukainya.

Siapa yang layak dicintai?

Orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah (QS. 2:165). Orang yang cinta ke Allah berarti harus cinta kepada Rasulullah SAW (QS. 3:31). Cinta-cinta kepada yang lain haruslah di bawah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya (QS. 9:24).

Apa hubungan antara cinta dengan nikah?

Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW telah meningatkan akan bahaya berduaan antara dua lawan jenis dan peringatan agar tidak mendekati zina (QS. 17:32).  Sementara perasaan cinta adalah sesuatu yang fitrah. Oleh karena itu, Islam memberikan solusi, yaitu dengan pernikahan. Dengan menikah Allah akan menurunkan ketenteraman dan kasih-sayang di antara keduanya.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.”  (QS. 30:21)

Mengemis Kasih

July 30th, 2007 by joksar

Tuhan, dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lallu terseretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah

Semalam sudah sampai ke penghujungnya
Kisah seribu duka kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menghiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi Rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaKu

(The Zikr)

Manusia Malam

July 5th, 2007 by joksar

Wahai orang-orang yang terlelap,

Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena,menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya.

Wahai orang-orang yang terlena,

Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam.”.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta,

Abu Hurairah, Periwayat Hadits berkata, “Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar.”

Ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari Nuruddin Mahmud Zanki, Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Kata beliau, “Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar.

Panglima Perang pembebas Al Aqsho, Sholahuddin Al-Ayyubi adalah seorang Panglima yang selalu menjagasholat berjama’ah. Kesenangannya adalah mendengarkan bacaan Al Qur’an yang indah dan syahdu. Malam adalah saat yang paling ditunggunya, dimana Beliau bercengkerama dengan Tuhannya. Sedangkan siang harinya adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cinta beliau pada Tuhannya.

Imam Nawawi berkata, “Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku”.

Wahai orang-orang yang masih saja terpejam,

Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas ? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, “Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!”. Hei, Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya ! Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, sholatlah, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlelap,

Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan ? Masihkah ? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat ? Tidakkah kau tahu, bahwa Alloh turun ke langit bumi di 1/3 malam terakhir. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, “Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni”. Allah terus berkata demikian, hingga fajar merekah.

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia,

Sungguh dunia ini tak ada artinya. Malamlah kehidupan sesungguhnya. Sebab malam adalah waktu penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya ? Maka jadilah manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan cahaya di

sana

, di waktu sepertiga malam terakhir.

4 sama 1 beda

May 13th, 2007 by joksar

Wong omah-omah iku kudu eling 5 perkara:

Siji, pada wonge

  • saling meng’orang’kan, saling menghargai, berbagi rasa, hak dan kewajiban

Loro, pada uripe

  • saling memperhatikan kebutuhan hidup pasangan masing-masing

Telu, pada dewasane

  • saling memikul tanggung-jawab, tidak mbocahi (kekanak-kanakan)

Papat, pada senenge

  • cinta harus ada ketika/selama hidup berumah-tangga. tumbuh dan kembangkan, dipupuk dan dipelihara.

Lima, lanang karo wadon

  • saling mengerti dan memahami persamaan dan perbedaan masing-masing.

Waktu

May 1st, 2007 by joksar

Waktu adalah sesuatu yang engkau berada dalam sesuatu tersebut

Apabila engkau berada di dunia, maka waktumu dunia

Apabila engkau berada di akhirat, maka waktumu akhirat

Apabila engkau berada dalam KEBAHAGIAAN, maka waktumu KEBAHAGIAAN

Apabila engkau berada dalam KESEDIHAN, maka waktumu KESEDIHAN

(Imam Ibnul Qoyyim)

Tabib

April 14th, 2007 by joksar

Tidak terasa jauh jalan menuju kepada teman, tidak akan terasa ngeri dalam perjalanan bagi seseorang yang menempuhnya menuju kekasihnya.

Tabib (obat) orang yang dimabuk cinta adalah kekasihnya. Dia adalah tabib yang lebih sayang dari semua tabib.

Kecintaan Anda kepada kekasih akan menghinakan Anda dan cinta kekasih kepada Anda akan memanjakan Anda.

Seandainya seorang mukmin mati karena cinta kepada Nabi, hal itu tidak mengherankan, maka terlebih lagi dengan kematian karena cinta Allah. Hidup dalam kecintaan kepada-Nya lebih mengherankan daripada mati karena cinta kepada-Nya.

Cinta

April 9th, 2007 by joksar

Jiwa orang yang cinta selalu memperhatikan yang dicintainya dan hatinya terasa hancur bila tidak bertemu dengan yang dicintainya.

Kesenangan cinta adalah karena ingin tetap bersama dengan yang dicintainya.

Kebanggaan orang yang dimabuk cinta ialah apabila malam hari yang dilaluinya bersama dengan yang dicintainya, tempat ia mengadu dan mencurahkan isi hatinya.

Dia berdiri di mihrab mengadukan kesusahannya sedang hatinya penuh gelora cinta kepada-Nya.

Bersih

March 27th, 2007 by joksar

Tiada sesuatu pun yang terasa lebih berat bagi seorang hamba, selain sikap penyantun saat sedang emosi dan sabar terhadap gangguan yang menyakitkan. Apabila bergerak dari dalam diri keinginan syahwatnya dan dorongan melakukan dosa-dosa dan bergeloralah darinya keinginan merasakan manisnya kata-kata yang tak berguna, maka terhunuslah pedang sedikit makan dari sarung tahajjud dan sedikit tidur, lalu dipukulkan dengan tangan-tangan yang dingin dan sedikit bicara sehingga terputuslah ia dari kedzaliman dan ingin balas dendam.

Berikutnya Anda selamat dari kesudahannya yang membinasakan, hidup dengan tenang diantara manusia lainnya, dan jernih dari kegelapan hawa nafsunya, sehingga Anda selamat dari bencana yang diakibatkan oleh kerusakannya.

Pada saat itu Anda menjadi bersih bagaikan cahaya dan ringan bagaikan ruh, sehingga Anda dapat berkeliling di medan kebaikan dan berjalan-jalan menempuh jalan-jalan ketaatan bagaikan kuda pilihan yang mengelilingi lapangan atau bagaikan malaikat yang sedang berkreasi di taman yang indah.

Tenang

March 22nd, 2007 by joksar

Barangsiapa yang ingin menenangkan hatinya dengan sesuatu selain dari Tuhannya, maka tidaklah ia akan semakin tenang, melainkan hatinya akan lebih berguncang.